Tag: Mahfud Md Mencium

Mahfud Md Mencium

Mahfud Md Mencium

Mahfud Md Mencium Terdapat Aksi Dasar Tanah pertanyaan Putusan Sambo, Ini Tutur Komisi III

 

Menko Polhukam Mahfud MD mengendus terdapatnya” aksi dasar tanah” buat pengaruhi putusan kepada tersangka permasalahan pembantaian berencana Brigadir J, Ferdy Sambo. Badan Komisi III DPR Arsul Indah memperhitungkan, grupnya sungkan terbawa- bawa prasangka yang diendus Mahfud.

 

” Jika Menkopolhukam ucapan pertanyaan itu agaknya ia memiliki fakta permulaan ataupun paling tidak gejala khusus. Untuk kita di Komisi III, kita tidak hendak terhanyut dalam prasangka ataupun endusan yang serupa,” tutur Arsul melalui catatan tercatat, Jumat( 20 atau 1 atau 2023).

 

Komisi III DPR, tutur Arsul, lebih memilah berikan antusias pada badan juri buat menjatuhkan putusan yang cocok dengan kenyataan. Setelah itu, membeberkan bukti- bukti yang terbongkar di sidang.

 

” Lebih bagus kita semangati badan juri yang memeriksa buat menjatuhkan putusan yang cocok dengan kenyataan, bukti- bukti yang terbongkar di sidang, ditambah dengan agama juri. Dari 3 perihal inilah sepatutnya kesamarataan dalam isi tetapan ataupun putusan ditampakkan,” tuturnya.

 

Politisi PPP ini meneruskan, Komisi III pula tidak bernazar mendesak Polri menyelidiki aksi dasar tanah itu. Karena, belum terdapat fakta permulaan yang lumayan.

 

” Komisi III pula tidak butuh mendorong- dorong Polri ataupun siapa juga buat menyelidiki suatu yang belum nyata gejala ataupun fakta permulaannya,” tutur Arsul.

 

Ucap Terdapat Aksi Dasar Tanah

 

Menteri Ketua Aspek Politik, Hukum, serta Keamanan( Menko Polhukam) Mahfud MD mengendus terdapatnya aksi dasar tanah buat pengaruhi tetapan ataupun putusan kepada tersangka permasalahan pembantaian berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat ataupun Brigadir J, Ferdy Sambo.

 

” Aku telah mengikuti terdapat gerakan- gerakan yang memohon, memesan, tetapan Sambo itu dengan graf, terdapat pula yang memohon dengan nilai,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis( 19 atau 1).

 

” Terdapat yang bergerilya, terdapat yang mau Sambo dibebaskan, terdapat yang mau Sambo dihukum, kan sedemikian itu,” imbuhnya.

 

Bagi data yang dikantongi Mahfud, aksi dasar tanah itu dicoba administratur besar pertahanan serta keamanan. Tetapi, usaha itu dapat diamankan oleh Kejaksaan.

 

” Aku yakinkan kejaksaan bebas, tidak hendak terbawa- bawa dengan gerakan- gerakan dasar tanah itu,” ucapnya, dikutip dari Antara.

 

Mantan Pimpinan Dewan Konstitusi( MK) ini memohon siapa juga yang mengenali otak aksi dasar tanah lekas melapor kepadanya.

 

” Terdapat yang bilang pertanyaan Brigjen mendekati A serta B, Brigjennya siapa aku perintah ucap ke aku, esok aku memiliki Mayjen banyak kenapa. Jika Kamu memiliki Mayjen yang ingin memencet majelis hukum ataupun kejaksaan, di mari aku memiliki Letjen. Jadi pokoknya bebas saja,” ucapnya.

Mahfud Md Mencium

Mahfud menegaskan pada badan juri ataupun kejaksaan supaya melindungi kedaulatan dalam penindakan permasalahan pembantaian Brigadir J. Karena, permasalahan itu jadi atensi khalayak.

 

Desakan Ferdy Sambo

 

Ferdy Sambo dituntut ganjaran kejahatan bui sama tua hidup terpaut permasalahan pembantaian Brigadir J. Desakan kepada mantan Kadiv Propam Polri itu dibacakan beskal penggugat biasa( JPU) dalam konferensi diselenggarakan di Majelis hukum Negara Jakarta Selatan, Selasa( 17 atau 1).

 

” Melaporkan kejahatan kepada tersangka dengan kejahatan sama tua hidup,” tutur JPU dikala membacakan desakan.

 

Desakan bui itu bersumber pada cema premier Artikel 340 subsider Artikel 338 juncto Artikel 55 bagian( 1) ke- 1 KUHP.

 

Desakan dijatuhkan karena JPU beriktikad Ferdy Sambo sudah menata konsep pembantaian Brigadir J dengan apik. Perihal itu bersumber pada penjelasan beberapa saksi sepanjang sidang.

 

Ada pula dalam masalah ini, Ferdy Sambo didakwa melaksanakan perbuatan kejahatan pembantaian berencana kepada Brigadir J dengan cara bersama- sama dengan Richard Eliezer nama lain Bharada E, Ricky Rizal ataupun Bripka RR, Gadis Candrawathi serta Kokoh Maruf.

 

Mereka didakwa ikut ikut serta dalam masalah pembantaian berencana bersama- sama merancang penembakan kepada Brigadir J pada 8 Juli 2022 di rumah biro Komplek Polri Duren 3 No 46, Jakarta Selatan.

Berita Viral saat ini di indonesia hanya di=> Lato lato